RSS Blog Sabda

melayani dengan berbagi
Updated: 22 weeks 5 days ago

#Ayo_PA! di Kelompok Persekutuan di Karanganyar (1)

7. May 2018 - 15:41

Oleh: Santi

Yey, akhirnya saya menulis blog lagi. Kesempatan berharga bagi saya untuk berbagi kebaikan Tuhan kepada Anda semua. Kali ini, Tuhan memberi saya kesempatan melayani di salah satu persekutuan karyawan di Karanganyar untuk melakukan Pendalaman Alkitab (PA) secara digital. Pelayanan ini dilakukan pada Jumat, 13 April 2018, pukul 12.00 WIB - 13.00 WIB. Meski durasi hanya satu jam, tetapi saya beserta tim, yaitu Mei dan Pio, bisa mengemasnya dengan baik sehingga selama satu jam ini keseluruhan acara bisa dilakukan dengan maksimal. Puji Tuhan!

Acara diawali dengan menyanyikan lagu "Pertolongan-Mu" yang pernah dipopulerkan oleh Citra Skolastika, lalu dilanjutkan dengan berdoa. Hati saya "deg-deg'an" karena setelah doa pembuka, saya akan menyampaikan presentasi. Tuhan tolonglah saya! Saya mengawali presentasi dengan memperkenalkan sekilas tentang Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) supaya peserta mengenal pelayanan kami. Setelah itu, saya masuk ke sesi 1, yaitu alasan pentingnya melakukan PA. Ketika menyampaikan materi ini, saya kembali diingatkan bahwa jiwa kita harus setiap hari diberi makanan rohani supaya sehat dan bertumbuh dengan baik. Memasuki sesi 2, yaitu praktik PA dengan menggunakan smartphone, peserta menjadi semakin antusias. Mereka mengikuti arahan PA dengan baik dan terlihat senang ketika mendapati sesuatu yang baru tentang firman Tuhan.

Bersyukur pula karena Mei dan Pio bisa turut mengerjakan bagian mereka dengan baik. Mei bertanggung jawab untuk booth SABDA, dan Pio bertanggung jawab untuk dokumentasi dan hal-hal teknis selama presentasi. Saya senang bisa melayani bersama mereka berdua. Oh ya, selain aktif mengikuti PA, peserta juga aktif bertanya mengenai produk-produk SABDA yang ada di booth. Bahkan, beberapa peserta mengambil produk-produk SABDA untuk menolong pelayanan mereka/rekan mereka yang melayani di bidang tertentu. Bapak Pras, yang menjadi penanggung jawab persekutuan tersebut, sangat tertarik dengan produk DVD Library SABDA Anak dan traktat "Tuhan Yesus Menyelamatkanmu". Beliau mengambil DVD dan traktat ini untuk diberikan kepada para guru sekolah minggu di gerejanya. Kiranya peserta yang sudah mengambil produk-produk SABDA bisa memanfaatkannya dengan bijaksana untuk hormat dan kemuliaan Tuhan. Saya juga terus berdoa dan berharap supaya peserta yang sudah menerima materi dan pelatihan #Ayo_PA! semakin rindu untuk belajar firman Tuhan secara teratur. Amin.

Doa Semalam Ceria di SABDA — Apart from Me You Can Do Nothing!

3. May 2018 - 11:07

Oleh: *Roma

Shalom, perkenalkan nama saya Romauli br Marpaung. Pada Jumat, 27 April 2018, untuk pertama kalinya, saya mengikuti doa semalam ceria. Bukan hanya saya, melainkan seluruh staf YLSA dan juga pemimpin YLSA mengikuti kegiatan ini. Kegiatan tersebut dilakukan agar kami meletakkan segala mimpi, harapan, dan pekerjaan di atas doa. Doa adalah kebutuhan bagi setiap orang percaya. Tanpa doa, hidup kita ini akan terasa seperti "zombie" yang kelihatannya hidup, tetapi sebenarnya mati.

Pada kesempatan itu, doa semalam ceria tersebut dibagi dalam tiga sesi. Dalam sesi pertama, kegiatan ini dimulai dengan ramah tamah. Setelah itu, dilanjutkan dengan sambutan dan doa pembukaan oleh HRD. Kemudian, ada puji-pujian yang dipandu oleh MC (Aji) dan sharing dari staf. Sharing ini juga dibagi atas tiga bagian, yaitu bernyanyi, kesaksian pribadi, dan berbagi qoute. Untuk sharing sesi pertama, dilakukan oleh Hadi (bernyanyi), Markus (qoute), Rode (kesaksian), Tika (bernyanyi), Mei (kesaksian), dan Liza (qoute). Kemudian, ada pemutaran video tentang Doa dari David Platt dengan durasi sekitar 60 menit. Setelah itu, kami diskusi bersama mengenai video yang diputar. Dalam diskusi, kami mendapatkan sesuatu yang baru mengenai doa. Tuhan berkuasa atas setiap doa yang kita naikkan kepada-Nya. "Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu." (Markus 11:24) Diskusi selesai dan ditutup dengan doa yang dipandu oleh Ibu Yulia. Kemudian,saya dan seluruh staf break selama 15 menit setelah sesi pertama selesai. Dalam break tersebut, saya dan teman-teman makan Popmie, dan beberapa dari kami minum kopi, termasuk saya minum kopi luwak, untuk memulihkan tenaga kami kembali.

Lima belas menit terasa begitu cepat dan jam juga terus berputar. Acara dilanjutkan ke sesi kedua. Dipandu oleh MC (Mei), kami bernyanyi satu lagu pujian (Kubawa Hidupku Sekarang). Setelah itu, kami dibagi dalam beberapa kelompok untuk menaikkan setiap pokok doa yang telah di presentasikan oleh Hadi, Pioneer, dan Yudo. Dalam sekian menit, kami berdoa untuk setiap pokok doa yang disampaikan. Kemudian, kak Okti membagikan renungan dari sebuah artikel yang berhubungan dengan doa. Saya pribadi sangat diberkati lewat renungan tersebut. Renungan itu mengatakan bahwa semestinya hubungan yang kita jalin kepada Tuhan melalui doa merupakan doa yang rasional (realistis), bukan doa yang emosional. Setelah kami mendengar renungan, kami juga mendengar beberapa kesaksian lagi dari beberapa staf, yaitu Ariel (bernyanyi), Indah (kesaksian), Aji (qoute), Pio (Kesaksian), Lena (bernyanyi), Evie (bernyanyi), Elly (kesaksian), dan Santi (qoute). Beberapa kesaksian memberkati saya, baik itu berupa nyanyian, qoute, maupun kesaksian pribadi dari staf YLSA. Saya merasa bahwa rencana dan jawaban Tuhan kadang tidak bisa dimengerti. Namun, dalam hidup setiap orang, Tuhan sering memberikan sesuatu yang menarik dan istimewa bagi tiap-tiap orang. Saya sadar bahwa Tuhan itu sangat teratur sehingga Ia ingin supaya kita sebagai manusia juga teratur dalam menjalani hidup ini. Sesi 2 akhirnya usai dan ditutup dengan doa syafaat. Saya menunggu saat-saat di mana saya akan cerita tentang kehidupan saya bersama Tuhan melalui pujian.

Pada saat masuk sesi ketiga, seharusnya sesi terakhir ini dipandu oleh Ibu Evie. Namun, karena waktu, pujian untuk sesi 3 dan juga ice breaker akhirnya dihapuskan. Dan, langsung dilanjutkan doa syafaat dan kesaksian staf yang belum menyampaikan kesaksiannya. Saat itu, yang bersaksi ialah Yudo (kesaksian), Hilda (bernyanyi), Ody (kesaksian), Okti (qoute), Yoseph (kesaksian), Kun (qoute), Danang (kesaksian), dan saya sendiri (bernyanyi). Saya bersyukur bisa ikut berpartisipasi dalam doa semalam ceria kali ini. Yang saya syukuri bahwa dalam sepanjang acara, saya bisa menghilangkan rasa kantuk saya. Dalam kesaksian saya, satu hal yang membuat saya sadar juga bahwa saya ternyata dipanggil Tuhan melayani bukan karena saya hebat, saya kuat, atau saya bisa melakukan banyak hal, melainkan semata-mata karena anugerah Tuhan yang melimpah bagi saya. Dan, doa semalam ceria memberi saya banyak hal baru yang harus saya lakukan untuk kemajuan saya ke depannya. Semua ini tidak akan bisa saya lakukan tanpa meletakkan harapan di atas doa. Ya, berdoa dan berusaha. Itu yang saya dapatkan sejak pukul 20.00 WIB -- 04.30 WIB keesokan harinya dalam acara doa semalam ceria di SABDA. "Tetaplah berdoa." (1 Tesalonika 5:17)

Roadshow SABDA di GKI Ngupasan, Yogyakarta

30. April 2018 - 11:39

Oleh: Liza

Pada 10 April 2018, tim SABDA kembali mendapat kesempatan untuk mengadakan Roadshow #Ayo_PA! di GKI Ngupasan, Yogyakarta. Ini bukan pertama kali tim SABDA melayani di tempat ini (sudah keempat kalinya), tetapi pertama kali bagi saya. Acara dimulai pukul 18.00 WIB. Namun, saya, Bu Yulia, dan Tika sudah mempersiapkan alat dan booth SABDA mulai pukul 15.30 WIB. Saat persiapan, ada beberapa kendala teknis yang kami alami. Hanya ada satu LCD yang sudah terpasang di atas sehingga posisi LCD tidak bisa diubah, padahal rencananya kami akan menggunakan dua LCD; satu untuk presentasi dan satu lagi untuk demo. Saya dan rekan saya, Tika, mencoba beberapa alternatif agar dengan satu LCD kami bisa menggunakannya untuk presentasi sekaligus untuk demo tutorial. Menjelang pukul 18.00 WIB, kami bersyukur karena ada Pak Triyono atau yang biasa dipanggil Pak Tri, yang membantu kami. Ternyata, ada satu LCD lagi di gereja. Pak Tri membantu mempersiapkan LCD dan layar tambahan tersebut. LCD dan layar tambahan ini bisa kami gunakan untuk menampilkan demo menggunakan lima aplikasi SABDA.

Pelatihan yang dibawakan oleh Bu Yulia ini berlangsung selama kurang lebih dua jam. Materi pertama tentang apa itu Pendalaman Alkitab (PA) dan apa pentingnya melakukan PA. Materi kedua adalah cara menggunakan lima aplikasi SABDA, yaitu Alkitab, Tafsiran, AlkiPEDIA, Kamus Alkitab, dan Peta untuk melakukan PA, disertai demonya. Bu Yulia membawakannya dengan bagus. Seiring berjalannya waktu, Bu Yulia bisa membangun koneksi dengan peserta. Peserta juga langsung praktik dengan HP mereka. Mayoritas peserta usianya sudah tidak muda lagi. Namun, saya terkagum dengan semangat mereka untuk belajar. Walaupun mereka rata-rata masih canggung dalam menggunakan aplikasi, tetapi mereka tidak putus asa untuk mencoba dan belajar. Antarpeserta juga sudah akrab, sehingga ketika ada yang tidak bisa, mereka bisa saling membantu.

Pada akhir acara, kami berfoto bersama dan mempersilakan peserta untuk mengunjungi booth SABDA. Mereka sangat antusias untuk mengetahui lebih dalam tentang produk-produk SABDA. Tidak lupa kami mengambil testimoni para peserta. Ada enam orang yang memberikan testimoninya tentang pelatihan SABDA ini. Mereka sangat bersyukur dengan acara ini karena telah menambah wawasan mereka tentang bagaimana belajar Alkitab. Mereka juga mau membagikan apa yang telah mereka pelajari pada rekan maupun keluarga mereka.

Melalui roadshow kali ini, saya diingatkan untuk belajar fleksibel terhadap kondisi, khususnya dalam persiapan teknis yang kami lakukan. Tidak boleh ragu mengubah rencana untuk beradaptasi dengan situasi yang ada. Saya bersyukur bisa berbagi berkat dengan peserta di GKI Ngupasan, Yogyakarta. Doa saya, semoga mereka bertambah semangat untuk melakukan PA.

Pelatihan SABDA: Studi Alkitab pada Era Digital

20. April 2018 - 7:19

Oleh: Danang

Pada Kamis, 5 April 2018, tim SABDA mengadakan roadshow di STT AIMI, Solo, berupa pelatihan "Studi Alkitab pada Era Digital". Pelatihan ini diikuti oleh lebih dari 60 peserta yang terdiri dari komunitas pendeta, dosen, dan mahasiswa/i STT AIMI. Tim SABDA yang terlibat dalam pelayanan kali ini adalah Bu Yulia, Aji, Ody, Tika, Kun, Lena, dan saya sendiri. Selain memberikan pelatihan, SABDA juga membuka booth SABDA yang ramai dikunjungi oleh peserta. Booth SABDA menyediakan produk-produk pelayanan dari SABDA, seperti CD Alkitab Audio, DVD Library SABDA Anak, DVD Dengar Alkitab, DVD Konseling Kristen, SD Card bahan-bahan digital dari SABDA, dsb.. Staf SABDA yang melayani juga membantu beberapa peserta untuk menginstal aplikasi SABDA antara lain Alkitab, Alkipedia, Kamus, Tafsiran, dan Peta. Namun, tampaknya tidak semua peserta cukup memahami gawai mereka. Beberapa gawai bahkan tidak memiliki ruang penyimpanan yang cukup untuk semua aplikasi SABDA. Jadi, sebagian peserta tidak mempunyai aplikasi secara lengkap.

Acara pelatihan diawali oleh Bu Yulia yang menyampaikan tentang overview acara pelatihan di STT AIMI ini dan pentingnya pendalaman Alkitab. Setelah itu dilanjutkan oleh Ody yang memaparkan tentang bahan-bahan apa saja yang dipakai dalam melakukan studi Alkitab baik dengan versi cetak maupun yang telah didigitalkan oleh SABDA. Berikutnya, Aji memaparkan tentang metode S.A.B.D.A., yaitu metode PA dengan lima tahap: Simak, Analisa, Belajar, Doa + Diskusi, dan Aplikasi. Lalu, dilanjutkan oleh Tika yang menjelaskan secara spesifik tentang langkah Simak, yaitu langkah pertama PA untuk membaca, mendengar, dan melihat Alkitab dengan berbagai bahan dan alat-alat digital. Peserta tampak antusias menyimak di setiap sesi, bahkan banyak juga peserta yang penasaran dengan aplikasi SABDA dan mencoba-coba sendiri di gawainya. Ada juga peserta yang tidak membawa gawai atau gawainya bukan Android, tetapi mereka tampak penasaran dengan isi materi. Ada juga tanggapan lucu dari peserta karena mungkin belum memahami PA secara digital, dan menanyakan apakah pembicara sedang berniat menjual smartphone dengan bonus produk-produk SABDA. Kemudian, pembicara menjelaskan bahwa SABDA adalah lembaga yang menyediakan berbagai bahan-bahan biblika untuk dipakai dalam dunia pelayanan Kristen. Produk-produk SABDA diberikan secara cuma-cuma karena YLSA adalah yayasan nirlaba. Bagi digital imigran, dunia digital memang hal baru yang kurang dipahami. Dan, salah satu misi SABDA adalah menjadi "digital evangelist", yaitu memberi kesadaran dan mengajarkan kepada masyarakat untuk hidup dalam dunia digital secara bijaksana dan efektif, terutama untuk memakainya bagi pembangunan iman mereka, yaitu pembelajaran Alkitab yang intensif dengan peralatan digital.

Ini merupakan pelatihan Tahap I di STT AIMI, Solo. Selama tiga bulan ke depan masih ada tiga tahap pelatihan PA di STT AIMI untuk menolong pendeta, mahasiswa, dan jemaat belajar melakukan PA di era digital termasuk bagaimana menyiapkannya menjadi bahan khotbah. Secara pribadi, saya sendiri berharap agar semua pelatihan dan bahan yang diberikan kepada peserta dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kemajuan pelayanan Tuhan di Solo dan sekitarnya. Salam IT 4 GOD!

Roadshow #Ayo_PA! dalam Persekutuan Alumni Perkantas, Solo

15. April 2018 - 15:32

Oleh: *Lena

Perkenalkan, nama saya Lena Lumbanraja, staf masa percobaan di Yayasan Lembaga SABDA. Saya ingin membagikan pengalaman pertama saya ketika mengikuti roadshow #Ayo_PA! di Griya Konseling, Solo, pada 4 Maret 2018. Sebelum mengikuti roadshow #Ayo_PA!, saya dan Yoel (staf magang) mendapat orientasi sesuai dengan tugas kami masing-masing. Indah memberikan orientasi mengenai booth dan penjelasan produk-produk SABDA, dan Yoel mendapat orientasi dari Pioneer mengenai hal-hal teknis seperti pemasangan LCD, cara merekam video, dokumentasi, dsb..

Acara dimulai pukul 11.00 WIB. Sebelum berangkat, saya dan Yoel memastikan lagi barang yang diperlukan untuk roadshow. Perjalanan menuju ke lokasi cukup terkendala karena macet, tetapi puji Tuhan kami bisa datang lebih awal dari waktu acara. Saya tidak khawatir bagaimana situasi dan kondisi tempat roadshow karena tempat diadakannya roadshow ini adalah tempat saya berkuliah. Setelah sampai di tujuan, kami langsung menyiapkan booth. Yoel segera menyiapkan LCD dan peralatan multimedia lainnya. Saya dan Bu Yulia menata booth SABDA yang awalnya ditata di luar ruangan, tetapi akhirnya bisa diletakkan di dalam ruangan sehingga saya bisa mengikuti jalannya acara. Proses perpindahan booth dari luar ke dalam ruangan cukup membuat saya panik karena barang-barang sudah tidak tertata dengan rapi, tetapi semua bisa diatasi dengan cepat karena saya ditolong oleh Bu Yulia.

Sebelum presentasi #Ayo_PA! disampaikan oleh Bu Yulia, perwakilan dari alumni Perkantas membuka acara dengan doa dan pujian. Acara pembukaannya cukup lama sekitar 30 menit. Acara hari itu dihadiri oleh lebih dari 30 peserta. Sesuai dengan tema yang diberikan, yaitu "Studi Tokoh Alkitab: Petrus", oleh Bu Yulia dipakai menjadi kesempatan untuk memperkenalkan gerakan #Ayo_PA!. Sebelum melakukan PA, Bu Yulia terlebih dahulu menyampaikan pentingnya PA dalam kehidupan para alumni PERKANTAS. Beliau menjelaskan bahwa seperti kita membutuhkan makanan dan minuman setiap hari untuk jasmani kita, begitu juga dengan rohani kita. Kita bisa menyajikan sendiri tanpa harus menunggu hari Minggu untuk mendengarkan khotbah di gereja. Firman Tuhan itu bisa disajikan dan dikonsumsi setiap hari. Masalahnya adalah kita belum ahli, dan ketidakahlian itu membuat kita ingin semuanya tersaji dengan cepat oleh orang lain, yaitu dengan mendengarkan khotbah dari pendeta atau pelayan-pelayan Tuhan yang disampaikan hanya seminggu sekali pada ibadah Minggu. Hal yang berkesan dari presentasi ini adalah penekanan bahwa sebenarnya kita bisa menyajikan makanan rohani setiap hari sendiri tanpa harus menunggu hari Minggu. Dan, hal inilah yang menjamin kita akan bertumbuh secara rohani, karena makan makanan rohani secara teratur setiap hari.

Setelah itu, Bu Yulia menyampaikan tentang bagaimana beberapa aplikasi Alkitab SABDA yang terintegrasi dapat dipakai sebagai alat bantu untuk melaksanakan PA secara mandiri. Untuk itu, Bu Yulia meminta peserta menginstal lima aplikasi yang akan memudahkan kita dalam melakukan PA, yaitu Alkitab, Kamus, Tafsiran, Alkipedia, dan Peta. Dengan cepat saya langsung menghampiri kelompok untuk memastikan apakah mereka sudah memiliki lima alat bantu itu, dan apakah mereka kesulitan dalam menggunakannya. Dari 30 lebih peserta, sebagian besar sudah memiliki Alkitab SABDA, tetapi belum memakai fitur-fitur yang ada untuk membantu PA. Saya dan Yoel membantu peserta yang belum bisa menggunakannya dan menginstal aplikasi di HP mereka. Setelah selesai penginstalan dan mengajarkan peserta menggunakan aplikasi dengan benar, selanjutnya setiap kelompok melanjutkan PA. Saya melihat semua peserta antusias dalam PA dan antusias juga memakai aplikasi dari SABDA, karena saya melihat mereka seakan-akan menemukan "mainan baru" dengan fitur-fitur dalam aplikasi Alkitab SABDA.

Sebagai praktik PA, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kecil (masing-masing terdiri dari empat orang), dan dalam kelompok tersebut, mereka melakukan PA serta berdiskusi sesuai dengan ayat-ayat yang diberikan untuk masing-masing kelompok. Untuk mengetahui hasil PA-nya, masing-masing kelompok mempresentasikannya di depan semua peserta. Meskipun terkendala oleh waktu yang sangat singkat dan belum semua peserta terbiasa melakukan PA dengan alat-alat biblika yang telah tersedia dalam gawainya, proses PA dapat berlangsung dengan baik. Sebagian besar peserta mendapatkan pengalaman baru ketika melakukan PA ala SABDA ini dan peserta menjadi lebih antusias dalam melakukan PA. Setelah presentasi, Bu Yulia juga menawarkan bahan-bahan SABDA untuk sekolah minggu, remaja, konseling, dan audio Alkitab bahasa daerah, PL dan PB, dll.. Mendengar hal itu, semua peserta antusias dan langsung menemui saya dan Yoel untuk mengambil bahan yang mereka perlukan.

Kesan saya mengikuti roadshow #Ayo_PA! di Griya Konseling yang dihadiri alumni PERKANTAS, yaitu ternyata masih banyak orang yang perlu tahu pentingnya melakukan PA dan memanfaatkan teknologi untuk belajar firman Tuhan. Saya sendiri masih baru di SABDA dan bersyukur dapat belajar tentang pentingnya melakukan PA dan bagaimana kita dapat memperkenalkan PA dengan metode S.A.B.D.A., baik kepada para digital native maupun kepada para digital imigran. Kiranya pengalaman saya ini dapat menjadi berkat bagi kita semua. #Ayo_PA!