Tuhan Memberkatimu dan Melindungimu

Penulis_artikel: 

Tuhan Memberkatimu dan Melindungimu

Tanggal_artikel: 
4 Februari 2021
Isi_artikel: 

"TUHAN memberkatimu dan melindungimu. TUHAN menyinarimu dengan wajah-Nya dan memberimu kasih karunia. TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberimu damai sejahtera." (Bilangan 6:24–26, AYT)

Terselip di tempat yang tidak mencolok, dalam Bilangan pasal 6, kita menemukan salah satu puisi agung di seluruh Alkitab. Di sana Allah memerintahkan Musa untuk berbicara kepada Harun (saudaranya dan imam besar Israel) dan anak-anaknya, dengan berkata, -Beginilah kamu harus memberkati umat Israel, katakan:- (ayat 23).

Kemudian berikutnya adalah apa yang sekarang kita kenal sebagai -- berkat Harun,- bukan hanya salah satu ayat Alkitab yang paling terkenal tetapi juga salah satu ayat tertua. Banyak orang Kristen saat ini mengenalnya dari nyanyian dan berkat dalam ibadah bersama yang masih menggemakannya. Faktanya, beberapa dari kita begitu akrab dengan berkat ini sehingga mudah untuk menerima begitu saja isinya, dan kehilangan apa arti yang sebenarnya.

Entah itu baru atau lama bagi Anda, perhatikan apa yang membuat berkat ini begitu agung dan mengapa itu sedemikian penting di Israel – pada penutupan kebaktian pagi setiap hari – dan mengapa itu sedemikian penting di zaman gereja juga.

TUHAN (3x)

Roh Kudus

Pertama-tama, tiga baris berkat menunjukkan penyusunan yang cermat dan puitis. Baris pertama (-TUHAN memberkatimu dan melindungimu,- ayat 24) terdiri dari tiga kata dalam bahasa Ibrani. Kemudian baris dua adalah lima kata ("TUHAN menyinarimu dengan wajah-Nya dan memberimu kasih karunia," ayat 25), dan baris tiga, tujuh kata ("TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberimu damai sejahtera," ayat 26). Setiap baris bertambah dua kata. Dan, juga dengan dua suku kata (dua belas di yang pertama, lalu empat belas, lalu enam belas). Jumlah konsonan Ibrani juga terus bertambah (sebanyak lima), dari lima belas menjadi dua puluh sampai dua puluh lima.

Yang paling mencolok dari semuanya adalah pengulangan nama perjanjian Allah, Yahweh, yang di sini, dan enam ribu kali lagi dalam Perjanjian Lama, diwakili oleh "TUHAN" dalam huruf besar semua dalam bahasa Inggris. Pengulangan tiga kali – TUHAN, TUHAN, TUHAN – menekankan Dia sebagai sumber dan fokus dari berkat.

Setiap baris dimulai dengan nama Allah, dan diikuti oleh dua kata kerja. Baris pertama (ayat 24) menangkap intinya dan menyimpulkan: "TUHAN memberkatimu dan melindungimu." Kemudian baris dua (ayat 25) memperluas berkat, sedangkan baris ketiga (ayat 26) memperluas perlindungan. Urutan dua kata kerja di baris dua dan tiga menunjukkan tindakan Allah terhadap umat-Nya, dan hasilnya.

Berkat: Wajah-Nya Bersinar dengan Kasih Karunia

Apa yang dianggap oleh orang Israel kuno tentang "berkat" dari Allah ini? Ini mungkin satu-satunya pertanyaan terpenting yang dapat kita tanyakan tentang puisi ini. Seberapa rohani, kekal, dan ilahi harapan orang-orang? Berapa banyak yang akan puas hanya dengan berkat fisik, jasmani, dan materi?

Mungkin tidak ada tempat yang bisa meringkas lebih baik daripada Imamat 26 mengenai betapa beraneka segi berkat Tuhan mereka akan ada dalam pikiran mereka. Termasuk hal duniawi dan sementara, yang Allah tidak segan untuk berikan: hujan, panen, dan hasil (Imamat 26:3–5), damai di tanah dan kemenangan dalam pertempuran (ayat 6–8), berbuah dan bertambah banyak keturunan (ayat 9), dan panen yang terus berlimpah (ayat 10). Namun, kita harus berhati-hati untuk tidak meremehkan umat Allah zaman dahulu tentang kepenuhan apa yang mereka rindukan dalam berkat-Nya. Berkat terutama – yang paling penting – adalah hadirat Allah sendiri, pribadi Allah sendiri:

"Aku juga akan mendirikan tempat kediaman-Ku di tengah-tengahmu, dan Aku tidak akan menolak kamu. Aku akan berjalan bersamamu dan menjadi Allahmu, Kamu akan menjadi umat-Ku." (Imamat 26:11-12)

Begitu juga bagi kita hari ini pada era gereja. Persediaan duniawi, kedamaian duniawi, dan keturunan manusia bukannya tidak suci, tidak relevan, atau tidak penting. Itu bisa menjadi pemberian yang berharga, ekspresi kemurahan hati Allah. Namun, itu bukanlah inti dari berkat. Faktanya, itu semua dapat diambil, bukan sebagai penghapusan berkat Allah, tetapi bahkan sebagai ekspresi dari itu. Pusat dan puncak dari berkat Allah, bagaimanapun, adalah kehadiran dan pribadi Allah sendiri.

Baris kedua (Bilangan 6:25), kita perhatikan, memperluas tindakan Allah untuk memberkati umat-Nya. -TUHAN menyinarimu dengan wajah-Nya dan memberimu kasih karunia,- kemudian, menggambarkan tindakan Allah terhadap umat-Nya dalam kebaikan-Nya, mencari mereka dengan kebaikan-Nya, untuk memberi mereka kasih karunia.

Melindungi: Menghadapkan Wajah-Nya untuk Memberi Damai Sejahtera

Baris ketiga dan terakhir dan terpanjang (Bilangan 6:26) kemudian memperluas tindakan Allah untuk menjaga umat-Nya. -Menghadapkan wajah-Nya kepadamu -- menggambarkan Allah yang menjaga dan melindungi milik-Nya, memerhatikan mereka dan mengamati mereka, memberi dan memelihara kedamaian mereka.

Mazmur 121 diakhiri dengan gaung dari berkat Harun, dan khususnya Allah menjaga umat-Nya:

TUHAN akan menjagamu dari segala kejahatan;
Dia akan menjaga jiwamu.
TUHAN akan menjaga kepergianmu
dan kedatanganmu,
dari sekarang sampai selama-selamanya.
(Mazmur 121:7–8)

Kita semua telah menyaksikan mereka yang memulai dengan baik tetapi tidak menyelesaikannya. Mereka merasakan berkat, begitulah tampaknya, tetapi mereka tidak bertahan. Mereka tidak dijaga. Dan, di sini berkat tidak hanya meminta pemberian Tuhan tetapi juga penjagaan-Nya. Bukan hanya penyediaan-Nya tetapi perlindungan-Nya.

Pemberkatan diakhiri dengan penekanan pada "damai sejahtera". Nama ilahi diulangi tiga kali, dan baris-barisnya dibuat panjang, dan semuanya berujung pada kata Ibrani shalom, yang mengungkapkan "damai sejahtera" dalam arti yang lebih lengkap dan lebih holistik daripada yang mungkin kita gunakan saat ini. Damai sejahtera ini bukan hanya berhenti dari perang, tetapi kesejahteraan total, sangat makmur. Ini adalah kesimpulan yang tepat tentang apa artinya bagi kita diberkati dan dipelihara oleh Allah sendiri: damai yang sesungguhnya.

Menempatkan Nama-Ku atas Umat

Berkat itu bersifat sekunder. Intinya adalah Pemberi berkat. Penjaga. Tuhan.
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. WhatsApp
  4. Telegram

Akhirnya, setelah puisi itu, Allah berkata kepada Musa di ayat 27, "Dengan begitu, Harun dan anak-anaknya akan menempatkan nama-Ku atas umat Israel, dan Aku akan memberkati mereka."

Melalui pengucapan berkat suci ini, Allah berkata, Dia -- menempatkan nama-Nya -- atas umat-Nya. Dia mengidentifikasi mereka sebagai milik-Nya. Itu milik-Nya. Mereka tahu itu, dan begitu pula bangsa-bangsa di sekitarnya. Mereka adalah umat-Nya dan mewakili Dia di dunia. Mereka menggambarkan Dia. Mereka menyandang nama-Nya. Yang merupakan tugas yang berat dan luar biasa – berat karena mereka membawa nama kudus Tuhan pada diri mereka di dunia yang tidak kudus.

Banyak yang dipertaruhkan dalam menyandang nama Allah. Mereka tidak berani menyebutnya dengan sia-sia (Keluaran 20:7). Namun demikian juga, atas nama Allah yang diberikan kepada mereka, mereka memposisikan diri mereka di tempat terbaik. Allah ini tidak akan memberikan kemuliaan-Nya kepada orang lain, juga tidak akan meninggalkan umat-Nya, demi nama-Nya sendiri. Dengan kata lain, semangat Allah untuk nama-Nya, untuk kemuliaan-Nya, adalah fondasi dari berkat agung ini. Dia akan jujur pada diri-Nya sendiri karena hanya itulah yang benar bagi Allah.

Dan, jika kita melewatkannya dalam tiga kali kelengkapan nama-Nya – TUHAN, TUHAN, TUHAN – di depan setiap baris dalam pemberkatan, Dia mengakhiri ayat 27 dengan Aku yang tegas: "Aku akan memberkati mereka." Berkat itu bersifat sekunder. Intinya adalah Pemberi berkat. Penjaga. Tuhan.

Kasih Karunia dan Damai Sejahtera

Bagi orang Kristen hari ini, kita menemukan ringkasan tiga kata rasul tentang berkat Harun setiap kali kita mengambil surat dari Paulus atau Petrus: kasih karunia dan damai sejahtera. Bahasa yang tepat, dari huruf ke huruf, secara mengejutkan konsisten, dengan beberapa variasi kecil: "Kasih karunia bagimu dan damai sejahtera dari Allah Bapa kita dan Tuhan Yesus Kristus."

Kita sekarang mengetahui perjanjian Allah yang besar ini di dalam Yesus Kristus, dan karena Yesus Kristus. Dan, di dalam Dia, kita sekarang mengenal Allah sebagai Bapa kita. Kita telah melihat dan merasakan kasih karunia dalam definisi dan kedalaman yang jauh lebih dalam daripada umat perjanjian Allah yang pertama. Di dalam Kristus, -anugerah Allah sudah nyata- (Titus 2:11). Dan sekarang, di dalam Kristus, kita telah melihat sepenuhnya kedamaian – -karena Ia sendiri adalah damai sejahtera kita- (Efesus 2:14).

Jauh dari menjadi tidak relevan hari ini, berkat kuno ini sebenarnya lebih benar, lebih berarti, lebih berharga bagi mereka yang mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan. (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Desiring God
URL : https://www.desiringgod.org/articles/the-lord-bless-you-and-keep-you
Judul asli artikel : The Lord Bless You and Keep You
Penulis artikel : David Mathis