Siapa yang Menulis Alkitab?

Penulis_artikel: 
John Piper
Tanggal_artikel: 
1 Maret 2021
Isi_artikel: 

Seringkali, pertanyaan terbaik yang kita dapatkan adalah pertanyaan yang sangat sederhana, seperti pertanyaan ini hari ini dari Maxine, pendengar lama APJ. "Pendeta John, halo dan terima kasih untuk podcast ini. Bisakah Anda menjelaskan kepada saya: Siapa yang menulis Alkitab?"

Baiklah, mari kita mulai dari atas dan mulai dari siapa yang memegang pena bulu yang bergerak melintasi perkamen.

Allah Telah Berbicara

Alkitab

Yang utama adalah Allah. Ketika orang Kristen menyebut Alkitab sebagai firman Allah, mereka mengartikan itu - dan saya akan mengatakan, saya mengartikan demikian. Saya adalah salah satu dari orang-orang yang mempercayai ini; Saya akan mempertaruhkan seluruh hidup saya untuk itu. Jadi, yang saya maksud adalah Pencipta alam semesta, Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang menopang alam semesta dengan firman kuasa-Nya, dulu dan sekarang mengarahkan segala sesuatu sesuai dengan tujuan yang besar. Bahwa Allah telah memilih untuk mengungkapkan diri-Nya kepada manusia dalam bahasa manusia. Dia telah memilih untuk berbicara. Luar biasa. Ibrani 1:1-2 menyatakan, "Setelah di masa yang lampau, Allah berulang kali berbicara kepada nenek moyang kita melalui para nabi, pada hari-hari terakhir ini, Allah berbicara kepada kita melalui Anak-Nya (Yesus Kristus). - Itu sungguh mengejutkan: Allah telah berbicara.

Frasa -- Beginilah firman Tuhan -- muncul lebih dari empat ratus kali dalam Perjanjian Lama, seperti yang dikemukakan oleh para penulis dalam tulisan mereka bahwa Allah telah berfirman. Frasa "Tuhan berkata" muncul lebih dari enam ratus kali dalam Perjanjian Lama. Jadi, ada klaim yang tersebar luas dari penulis manusia bahwa mereka menyampaikan apa yang Allah ingin katakan.

Cara para penulis Perjanjian Baru mengungkapkan klaim ini adalah dengan mengatakan bahwa penulis manusia Alkitab "diilhami", bahwa tulisan-tulisan ini "dinapasi oleh Tuhan," atau bahwa orang-orang yang menulisnya "dipimpin oleh Roh Kudus." Misalnya, rasul Paulus berkata dalam 2 Timotius 3:16, "Semua Kitab Suci (yaitu, baginya pada waktu itu, semua kitab Perjanjian Lama dalam Alkitab) dinapasi oleh Allah dan bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan." Rasul Petrus berkata dalam 2 Petrus 1:21, "Tidak ada satu pun nubuat yang muncul dari keinginan manusia, sebaliknya dari orang-orang berbicara atas nama Allah berdasarkan pimpinan Roh Kudus."

Jadi, pertanyaan "Siapa yang menulis Alkitab?" selalu memiliki jawaban ganda di dalam Alkitab. Penulis manusia menulis Alkitab, dan Allah menulis Alkitab melalui penulis manusia. Mereka benar-benar memegang pena bulu yang bergerak melintasi perkamen, tetapi apa yang mereka tulis pada akhirnya adalah apa yang Allah ingin tuliskan.

Kitab Suci yang Diawasi

Saya suka cara Yesus melakukan ini. Dia memberi kita indikasi yang luar biasa bahwa Dia percaya Kitab Suci Perjanjian Lama, pada kenyataannya, adalah firman Allah, tulisan Allah. Apa yang membuat indikasi yang Yesus berikan ini begitu kuat adalah karena itu sangat tidak disengaja. Dia sedang berbicara tentang perceraian, dan Dia menjawab pertanyaan orang-orang Farisi dengan mengatakan, dalam Matius 19:3–5, "Tidakkah kamu membaca bahwa Ia, yang menciptakan mereka sejak semula, menjadikan mereka laki-laki dan perempuan, dan Ia berfirman ...." Subjek dari kata kerja itu adalah "Ia yang menciptakan mereka". Itu adalah Allah. Kemudian Dia mengutip Kejadian 2:24: "Karena itu, laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya, lalu bersatu dengan istrinya, sehingga mereka akan menjadi satu daging." Namun, ayat itu bukanlah kutipan dari Allah dalam Perjanjian Lama; itu ditulis oleh Musa, penulis manusia. Akan tetapi, ketika Yesus mengutipnya, karena itu dari Kitab Suci, Kitab Suci yang diilhami, Yesus berkata, "Allah mengucapkan kata-kata itu." Itu luar biasa. Itu adalah indikasi yang sangat kuat tentang bagaimana Allah kita memandang Kitab Suci Perjanjian Lama.

Itulah sebabnya, Dia berkata dalam Matius 5:17–18, "Jangan berpikir bahwa Aku datang untuk meniadakan Hukum Taurat atau kitab para nabi" - dengan kata lain, seluruh Perjanjian Lama. Jangan berpikir bahwa Aku datang untuk meniadakannya. Aku tidak datang untuk meniadakannya. Itu adalah firman Allah. Aku datang untuk menggenapinya. "Aku mengatakan yang sebenarnya kepadamu, sampai langit dan bumi berlalu, tidak ada satu iota atau satu coretan pun (bukan bagian terkecil dari Kitab Suci), yang akan hilang dari Hukum Taurat sampai semuanya digenapi." Dan, Yesus berkata dalam Yohanes 10:35, "Kitab Suci tidak bisa dibatalkan."

Ini juga bagaimana para rasul Perjanjian Baru melihat tulisan mereka sendiri – bukan hanya Perjanjian Lama, tetapi juga tulisan Perjanjian Baru. Yesus telah berjanji kepada mereka bahwa Dia akan membimbing mereka ke dalam semua kebenaran (Yohanes 16:13). Dan, Paulus berkata, oleh karena itu, "Hal-hal yang juga kami ucapkan ini, (yaitu, apa yang dia ungkapkan dalam surat-suratnya) bukan dengan kata-kata yang diajarkan oleh hikmat manusia, melainkan diajarkan oleh Roh" (1 Korintus 2:13).

Jadi, selalu ada dua jawaban untuk pertanyaan "Siapa yang menulis Alkitab?" Allah dan manusia. Pada akhirnya, Allah memastikan bahwa apa yang Dia inginkan tertulis, itulah yang tertulis. Dan, dalam pengertian itu, Anda bisa mengatakan bahwa Allah yang menulis Alkitab. Akan tetapi, maksudnya bukan bahwa Dia mengukirnya di batu (meskipun dia mengukir Sepuluh Perintah Allah pada batu di Gunung Sinai dan memberikannya kepada Musa). Dan, maksudnya bukan bahwa Allah memegang tangan para penulis manusia dan menulis dalam gaya surgawi-Nya, bukan gaya manusiawi mereka. Bukan begitu yang terjadi. Penulis manusia memiliki gaya mereka sendiri, dan Allah membimbingnya. Dia tidak memaksakan gaya tunggal-Nya. Itu maksudnya adalah bahwa Allah mengawasi tulisan manusia sehingga para penulis menuliskan apa yang Dia ingin itu tertulis.

Siapa Sajakah Para Penulis Manusia Itu?

Jadi, siapakah manusia-manusia penulis Alkitab? Itulah cara paling langsung pertanyaan ini diajukan. Saya akan mencoba menjawabnya secara langsung.

Penulis manusia menulis Alkitab, dan Allah menulis Alkitab melalui penulis manusia.
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. WhatsApp
  4. Telegram

Setidaknya sepuluh kitab dalam Alkitab tidak teridentifikasi. Penulis merasa tidak pantas untuk memasukkan nama mereka dalam kitab yang mereka tulis. Misalnya, Ayub dan Ester dalam Perjanjian Lama - kita tidak tahu siapa yang menulisnya. Dalam Perjanjian Baru, Ibrani - kita tidak tahu siapa yang menulis Ibrani. Akan tetapi, daftar penulis konvensional akan seperti ini:

Musa menulis lima kitab pertama di Alkitab dan setidaknya satu dari Mazmur (Mazmur 90).

Ezra sang juru tulis menulis kitab Ezra dan 1–2 Tawarikh.

Nehemia menulis kitab Nehemia.

Penulis Mazmur adalah Daud, Asaf, anak-anak Korah, Ethan, Heman.

Salomo menulis beberapa Mazmur, sebagian besar Amsal, Pengkhotbah, dan Kidung Agung.

Agur dan Lemuel menulis beberapa Amsal.

Kemudian semua nabi menulis kitab dengan nama mereka sendiri:

Yesaya

Yeremia, yang juga menulis Ratapan

Yehezkiel

Daniel

Hosea

Yoel

Amos

Obaja

Yunus

Mikha

Nahum

Habakuk

Zefanya

Hagai

Zakharia

Maleakhi

Kemudian para penulis Kitab Injil di Perjanjian Baru:

Matius

Markus

Lukas, yang juga menulis Kisah Para Rasul

Yohanes

Faktanya, ini menarik: Jika Anda bertanya kepada kebanyakan orang, "Siapa yang menulis sebagian besar Perjanjian Baru?" mereka mungkin akan mengatakan Paulus, karena dia menulis tiga belas surat. Akan tetapi, sebenarnya, Lukas menulis sebagian besar Perjanjian Baru karena kitab Lukas dan Kisah Para Rasul digabungkan di Perjanjian Baru lebih banyak daripada penulis lainnya – itulah sebabnya kami menamai putra pertama kami Luke, tetapi tidak ada yang memanggilnya Luke lagi; dia dipanggil Karsten.

Paulus menulis ketiga belas surat itu.

Yakobus, saudara Tuhan, menulis sepucuk surat.

Petrus dan Yudas menulis surat.

Dan, akhirnya, Yohanes (yang menulis Kitab Injil keempat) menulis surat-surat yang menyandang namanya, bersama dengan Wahyu.

Diilhamkan untuk Menyatakan Kemuliaan

Mereka adalah manusia penulis yang menulis Alkitab. Namun, inilah salah satu hal terpenting, dan saya akan mengakhiri dengan ini, yang perlu dijelaskan.

Sama seperti surga yang mengatakan kemuliaan Allah, sehingga kita harusnya dapat melihat alam dan melihat tangan Alah di dalamnya (Mazmur 19:1), dan seperti yang dikatakan Yohanes tentang Yesus Kristus, "Kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan sebagai Anak Tunggal Bapa" (Yohanes 1:14, AYT), sehingga mereka yang melihat Yesus harusnya memahami bahwa ini adalah Anak Allah, demikian pula, kemuliaan Allah bersinar dari ciptaan-Nya dalam firman Allah yang diilhamkan-Nya – Alkitab – melalui penulis manusia, sehingga kita dapat mengatakan, dengan cara yang sama, bahwa kita telah melihat di sini tangan Allah, kebenaran Allah. Ini adalah firman-Nya. (t/Jing-Jing)

Sumber Artikel: 
Diterjemahkan dari:
Nama situs : Desiring God
URL : https://www.desiringgod.org/interviews/who-wrote-the-bible
Judul asli artikel : Who Wrote The Bible
Penulis artikel : John Piper